Suhardi mengatakan sebaran yang luas tersebut membuat BNPT kewalahan. Pasalnya, hal tersebut memaksa BNPT menyediakan tenaga ekstra dalam melakukan program deradikalisasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Kadiv Humas Polri itu mengatakan napi teroris yang masuk dalam kategori 'hardcore' biasanya menolak ikut. Di satu sisi, pada saat yang sama, mereka bisa menyebarkan ideologi ekstrem di dalam lapas
[Gambas:Video CNN]
Suhardi memaparkan sejak 2014 silam, BNPT telah melakukan deradikalisasi terhadap sekitar 700 orang napi teroris.
Empat di antaranya kembali melakukan aksi teroris, seperti pelaku Bom Thamrin. Ia mengatakan BNPT butuh bantuan berbagai elemen untuk memperbaiki program deradikalisasi di lapas.
"Program deradikalisasi itu kami melibatkan semua stakeholder. Kami tidak bisa kerja sendiri, kami juga bergantung sama yang lain. Kami bergantung sama Muhammadiyah, sama NU, sama ormas-ormas, termasuk psikolog," ucapnya.