"Hujan dengan intensitas tinggi memicu terjadinya banjir di dua puluh tiga kecamatan di wilayah DKI Jakarta pada Sabtu (8/2). Wilayah paling banyak terdampak berada di Kecamatan Jakarta Timur," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo dalam keterangan tertulisnya.
Lihat juga:Anies Klaim Banjir Jakarta Telah Surut |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketinggian air beragam di beberapa titik di wilayah terdampak, seperti di wilayah Jakarta Timur ketinggian air dari 10 cm hingga 170 cm," lanjutnya.
Jubir BNPB Agus Wibowo menyebut korban banjir terbanyak ada di Jaktim. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Jumlah korban banjir paling tinggi berada di Jakarta Timur dengan 752 KK (2.476 jiwa). Sementara, warga Jakarta Selatan yang terdampak banjir mencapai 139 KK (391 orang).
"Wilayah Jakarta Timur yang banjir diperparah dari luapan Sungai Ciliwung, Sungai Sunter, Sungai Buaran, dan Sungai Kali Jati Kramat," katanya.
"Tidak terdapat warga yang mengungsi di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Jakarta Barat," sambung Agus.
Ia menyebut organisasi perangkat daerah dan instantsi terkait telah melakukan upaya penanganan salah satunya dengan penggunaan pompa dari DSDA dan pompa kelurahan.
[Gambas:Video CNN]
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat pun telah memberikan bantuan di Jakarta Timur berupa tikar, terpal, air minum, makanan ringan, matras, selimut dan perlengkapan anak.
BNPB juga menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) di beberapa titik seperti Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Bekasi. Di samping itu, lanjutnya, BPBD "mengirimkan personel TRC, BNPB menyiagakan 4 unit perahu karet dan dukungan logistik apabila diperlukan."
Sebelumnya, hujan deras melanda daerah Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu (8/2) dini hari.
(arh)
Jubir BNPB Agus Wibowo menyebut korban banjir terbanyak ada di Jaktim. (