Observasi WNI dari China, hingga Senin (10/2) telah berlangsung selama 8 hari terhitung sejak tanggal 2 Februari 2020. Observasi akan dilakukan selama dua pekan, untuk memastikan mereka tak terjangkit virus corona.
"Yang penting mereka dalam kondisi sehat, setelah 14 hari baru akan dipulangkan, tapi dikumpulkan di Jakarta dulu, dari sana baru diperbolehkan pulang," ujar Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Achmad Yurianto, Senin (10/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemenkes menyatakan selama 8 hari pemantauan, tidak ditemukan tanda-tanda orang yang terinfeksi virus corona. Gejala yang dimaksud adalah demam tinggi, flu, dan kesulitan bernafas.
"Intinya mereka harus sehat, nanti kalau masih ada yang sakit kita diskusikan dahulu ke depannya gimana," katanya.
[Gambas:Video CNN]
Sementara, terkait kabar tentang keruhnya air di lokasi karantina, Achmad menjelaskan bahwa air tersebut ternyata juga menyedot tanah. Serpihan tanah ikut terbawa karena volume air yang diambil melebihi kapasitas.
"Kita memang kurang waspada karena tanki air ada di bawah tanah, kemarin melebihi kapasitas. Kita sudah ganti pakai toren 3.000 liter," ujarnya.
Petugas juga tetap menerapkan prosedur keamanan untuk para WNI yang diobservasi. Seperti penyemprotan disinfektan di lokasi karantina setiap hari.
Lihat juga:Pemerintah Pulangkan 21 WNI dari China |