"Saya kira sudah selesai, hubungan agama dengan Pancasila, Pancasila dan agama itu sudah selesai. Jangan diungkit-ungkit apalagi dalam nada yang keliru," kata Din saat ditemui di Kantor MUI, Jakarta, Rabu (12/2).
Din mengingatkan, para pendiri bangsa telah menyepakati bahwa pancasila yang menjadi dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan kenyataan historis, sosiologis, antropologis dan pengakuan teologis serta kristalisasi nilai-nilai agama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Din berpendapat Pancasila tidak boleh meninggalkan agama. Menurut dia, Pancasila akan tegak bersama agama.
[Gambas:Video CNN]
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menyebut agama sebagai musuh terbesar Pancasila. Hal itu ia sampaikan dalam wawancara kepada tim Blak-blakan detik.com yang tayang pada Rabu (12/2).
Dalam berita itu disebutkan ada kelompok yang mereduksi agama sesuai kepentingannya sendiri yang tidak selaras dengan nilai-nilai Pancasila. Mereka antara lain membuat Ijtima Ulama untuk menentukan calon wakil presiden saat Pilpres 2019.
"Si Minoritas ini ingin melawan Pancasila dan mengklaim dirinya sebagai mayoritas. Ini yang berbahaya. Jadi kalau kita jujur, musuh terbesar Pancasila itu ya agama, bukan kesukuan," kata Yudian.