"Iya benar, kami sedang siapkan (pemulangan warga Bali dari China). Yang kami tekankan adalah orang-orang agar tidak takut menerima," ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya, Jumat (14/2).
Dari 238 orang yang dievakuasi dari China kemudian dikarantina dan diobservasi 14 hari di Natuna, dua di antaranya adalah warga Bali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti orang normal biasalah, karena sudah melewati masa inkubasi berarti dia sudah benar-benar bebas," jelas Suarjaya.
Insert Artikel-Waspada Virus Corona. (CNN Indonesia/Fajrian) |
"Ya mereka dipulangkan, begitu saja. Ya sudah mereka dipulangkan karena tidak terpapar. Gitu saja kan," katanya.
Suarjaya mengatakan dua warga Bali ini adalah mahasiswa yang tinggal di Wuhan. Terkait kelanjutan pendidikan, ia juga belum memberikan pernyataan.
Ratusan WNI telah menjalani observasi untuk mencegah wabah virus corona usai dievakuasi dari Wuhan, kota di China yang menjadi sumber penyebaran corona. Mereka akan dipulangkan pemerintah ke daerah asal masing-masing pada Sabtu (15/2).
Total ada 285 orang yang diobservasi di Natuna terkait virus corona yang terdiri atas 237 WNI, satu WNA, lima orang dari tim Kementerian Luar Negeri, 18 orang pegawai Batik Air, dan 24 tim penjemput.
"Paling banyak dari Jawa Timur, 68 orang, selebihnya tidak sebanyak itu, seperti Lampung 1 dan lainnya, ada datanya," ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto di Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (13/2) seperti dilansir Antara.
[Gambas:Video CNN] (put/pmg)
