Dinkes Ungkap 52 Orang di Jakarta Diobservasi Terkait Corona

tim, CNN Indonesia | Sabtu, 15/02/2020 12:33 WIB
Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengumumkan sempat melakukan observasi kepada 52 orang di Jakarta karena suspek corona atau Covid-19 beberapa hari lalu. ilustrasi: Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengumumkan sempat melakukan obeservasi kepada 52 orang di Jakarta karena suspek corona atau Covid-19 beberapa hari lalu. (ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengumumkan sempat melakukan observasi kepada 52 orang di Jakarta karena suspek corona atau Covid-19 beberapa hari lalu.

Setelah observasi, 52 orang suspek ini dinyatakan negatif corona. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia setelah observasi selesai.

"Sejak tanggal 12 Februari 2020 kami melakukan pengamatan pada 52 orang yang berisiko (suspek) di DKI Jakarta dan sejauh ini tidak ada yang terkonfirmasi positif menderita COVID-19," kata Dwi kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (15/2).


Namun dia menjelaskan observasi itu berupa pemeriksaan setiap hari terhadap warga dengan tatap muka. 

Dwi menjelaskan puluhan orang ini terdiri dari Warga Negara Asing (WNA) dan Warga Negara Indonesia (WNI). Namun ia tak menjelaskan lebih lanjut asal negara dan jumlah WNA yang sempat diperiksa tersebut.


"Ada dari dalam dan luar negeri. Keduanya kan dari negara mana pun tetap kita layani pemeriksaan," jelas dia.

Selain 52 orang tersebut, hari ini, pemerintah rencananya akan memulangkan 238 WNI yang sempat dikarantina di Natuna selama dua minggu. Dwi memastikan DKI akan mendampingi warganya terkhusus menginformasikan soal kebutuhan kesehatan.

"One by one itu ya kita tetap dampingi mereka misalnya mereka butuh informasi kesehatan apa nanti kita yang arahkan demikian," jelas dia.

Sebagai bentuk kewaspadaan dini, Dwi mengungkapkan DKI telah membentuk 50 tim penyuluhan lintas dinas dan isntansi. Mereka memberikan penyuluhan kepada kelompok masyarakat di pemukiman, perkantoran, dan lain-lain.

"Tercatat telah dilakukan sosialisasi dan edukasi kewaspadaan COVID-19 pada 11.063 peserta di 303 lokasi, terdiri atas 165 pemukiman (apartemen, rusun, perumahan, hotel), 69 fasilitas kesehatan, 33 fasilitas Pendidikan, 24 tempat hiburan, dan 12 perkantoran di DKI Jakarta," tegas dia.


Terakhir, Dwi menuturkan DKI membuka layanan kontak bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan ataupun informasi di nomor 0813-8837-6955. Ia mengingatkan bagi setiap masyarakat untuk menerapkan hidup Perilaku HIdup Bersih dan Sehat (PHBS).

"Bagi masyarakat yang mengalami gejala demam, batuk, sesak napas dan baru kembali dari negara terjangkit dalam 14 hari sebelum sakit agar segera berobat ke Puskesmas atau RS terdekat. Berikan informasi kepada dokter dan tenaga kesehatan tentang riwayat perjalanan," tutup dia.

Catatan Redaksi: Redaksi mengubah judul berita ini pada Sabtu (15/2) setelah mendapatkan keterangan rinci dari pihak terkait. (ctr/chs)