TPNPB Klaim Curi 11 Senjata dari Lokasi Jatuh Heli Mi-17

CNN Indonesia | Sabtu, 15/02/2020 16:37 WIB
TPNPB Klaim Curi 11 Senjata dari Lokasi Jatuh Heli Mi-17 Ilustrasi helikopter TNI AD. TPNPB mengklaim mengambil 11 pucuk senjata api dari lokasi kecelakaan helikopter Mil Mi-17 milik TNI AD. (ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengklaim mereka berhasil mengambil 11 pucuk senjata api, dari lokasi kecelakaan helikopter Mil Mi-17 milik TNI Angkatan Darat di kawasan Pegunungan Kowr, Papua. Helikopter buatan Rusia itu hilang kontak saat terbang dari bandara Oksibil, Pegunungan Bintang, pada 28 Juni 2019.

"Mereka adalah target kami dan berkat kekuatan alam mereka akhirnya jatuh. Senjata mereka adalah harta karun tak ternilai bagi perjuangan kami," kata juru bicara TPNPB, Sebby Sambom, seperti dilansir Associated Press, Sabtu (15/2).


Sebby mengatakan anggota TPNPB menemukan lokasi jatuhnya helikopter milik TNI Angkatan Darat tersebut pada September 2019, dan kembali untuk mengambil senjata pada Desember 2019.

Anggota TPNPB, menurut Sebby, berhasil mengambil sejumlah senapan serbu, pistol, magasin, dan amunisi dalam jumlah besar.

Helikopter tersebut membawa sejumlah prajurit TNI dan perbekalan menuju pos pengawasan di Okbibab, dekat dengan perbatasan Papua Nugini. Pilot singgah di Oksibil untuk mengisi bahan bakar, dan melanjutkan penerbangan. Mereka lantas hilang kontak lima menit setelah mengudara.

[Gambas:Video CNN]

Warga setempat menemukan bangkai helikopter tersebut sekitar sepekan lalu.

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab menyatakan mereka sudah mengetahui jenis senjata yang hilang tersebut. Yakni tujuh senapan serbu SS-1 buatan Pindad, tiga pistol, dan peluncur granat. Namun, dia membantah klaim TPNPB dan mengatakan kemungkinan senjata tersebut diambil oleh pemburu.


"Kami akan mendekati mereka dan meminta supaya segera mengembalikan senjata tersebut," kata Herman.


(ayp/ayp)