Otoritas setempat membatasi interaksi penghuni asrama dengan warga wuhan. Bukan hanya itu saja, aktivitasnya juga dibatasi.
Para mahasiswa tidak boleh keluar jauh dari asrama, kecuali untuk membeli makanan dan keperluan sehari-hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau makanan kita menjauhi makan di restoran, kami lebih disarankan untuk membeli bahan mentah dan memasak sendiri. Walaupun saat itu sedang krisis makanan," katanya.
Akibat isolasi tersebut, ia menjadi tidak betah. Pasalnya, selain aktivitas yang dibatasi, hidup pun menjadi tidak bebas.
[Gambas:Video CNN]
Setiap orang diharuskan mengenakan masker.
"Enggak betah juga karena setiap hari, kami selalu harus mengenakan masker. Setiap mandi ganti dan selama di Wuhan kami selalu dibekali masker satu boks," katanya.
Yusuf menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Wuhan dan Indonesia yang telah optimal dalam memberikan perhatian kepadanya dan teman-temannya sehingga sekarang bisa menjauh dari pusat penyebaran wabah Virus Corona.
"Terima kasih juga buat pemerintah atas partisipasinya kepada siswa-siswi yang ada di Wuhan. Juga pemerintah Wuhan yang sudah sangat proaktif menangani wabah Corona ini," katanya.
Pemerintah hari ini memulangkan 237 WNI dari Wuhan, China ke kampung halaman mereka masing-masing. Pemulangan dilakukan setelah ke-237 WNI tersebut dikarantina dan diobservasi di Natuna selama 14 hari.
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyatakan hasil observasi menunjukkan bahwa WNI tersebut sehat dan bebas infeksi Virus Corona.
(agt)