Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Batan, Heru Umbara, menjelaskan bahwa pekerjaan pengangkutan tanah dilakukan oleh 28 pekerja yang dibagi ke dalam empat kelompok. Masing-masing kelompok bekerja selama satu jam secara bergantian. Heru mengungkapkan pembatasan waktu kerja tersebut ditempuh guna membatasi dosis yang diterima pekerja.
Kelompok pertama, terang dia, telah mengangkut 27 drum berisi tanah yang nantinya dibawa ke Pusat Teknologi Limbah Radioaktif Batan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Heru menjelaskan pihaknya akan melakukan pemetaan kembali hingga lokasi di Perumahan Batan Indah dinyatakan aman. "Meskipun setelah kita menaikkan seluruh tanah yang ada, kita akan meneruskan dengan mapping. Seperti itu progresnya," tandasnya.
Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, sejumlah anggota Brimob turut mengawasi jalannya pengangkutan tanah oleh pekerja Batan dan Bapeten. Garis polisi pun telah dipasang di beberapa titik.
Heru menegaskan kondisi saat ini masih aman bagi warga untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
Sebelumnya, paparan radiasi zat radioaktif di atas batas normal ditemukan di sebuah area tanah kosong yang berada di Blok J Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan. Nilai paparan itu ditemukan lewat hasil pengecekan rutin oleh unit pemantau radioaktivitas lingkungan bergerak (mobile RDMS - MONA) milik Bapeten pada 30-31 Januari lalu.
Heru memastikan bahwa paparan zat radioaktif yang ditemukan bukan disebabkan karena kebocoran reaktor nuklir milik Batan yang berada di Serpong, Tangerang Selatan.
[Gambas:Video CNN] (ryn/rea)