Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Komisaris Besar Asep Adi Saputra menjelaskan salah satu sampel yang diambil adalah tanah di lahan kosong yang terpapar zat radioaktif.
"Nanti kita tunggu puslabfor seperti apa," kata Asep kepada wartawan di Mabes Polri, Rabu (19/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau waktu sekali lagi sangat tergantung prosesnya," kata dia.
Polisi diminta usut tuntas
Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan, Abdul Rasyid mendesak kepolisian segera menggelar investigasi dan menuntaskan kasus yang menggegerkan publik tersebut.
"Supaya nanti semuanya bisa secara utuh dan selesai secara baik," kata Rasyid di lokasi, Rabu (19/2).
Rasyid menyayangkan pihak yang telah membuang zat berbahaya itu di permukiman warga. Rasyid menyampaikan telah menyerahkan penyelesaian kasus ini sepenuhnya ke pihak yang memiliki wewenang dan otoritas dalam hal ini Batan dan Bapeten.
DPRD Tangsel, kata Rasyid, juga akan memanggil Batan dan Bapeten ke kantor DPRD Tangsel. Pemanggilan itu kata Rasyid untuk mencari kebenaran informasi mengenai paparan radioaktif.
[Gambas:Video CNN]
"Besok kami panggil," katanya.
Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Batan, Heru Umbara menyebut hingga hari ini tim gabungan telah mengangkut 75 drum, melengkapi total 175 drum tanah yang kontaminasi zat radioaktif. Semua drum telah diangkut ke Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) Batan.
Terpisah, Kabag Humas dan Protokol Bapeten, Abdul Qohhar menyatakan nilai paparan sejak hari pertama pengangkutan tanah terus menurun signifikan. Terakhir, data yang diperoleh Bapeten angka radiasinya sudah mencapai 9 microsievert.
"Artinya kegiatan pengerukan ini harus kita lakukan terus hingga laju paparan bisa mendekati normal lagi," kata Qohhar. (mjo/thr/ain)