Aan mengatakan penyusunan draf Omnibus Law Kelautan sesuai instruksi Presiden Joko Widodo. Dia mengklaim Jokowi sudah setuju jika Bakamla menjadi satu-satunya lembaga penegak hukum di laut.
"Hanya satu untuk penegakan hukum di laut, yaitu Bakamla," kata Aan di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu (19/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengamini perlu ketelitian dalam menggodok Omnibus Law Kelautan. Terlebih, 17 Undang-undang yang ada melibatkan sejumlah instansi dan lembaga hingga kementerian lain yang tentunya memiliki cara pandang yang berbeda-beda.
Dia yakin jika Omnibus Law Kelautan ini telah rampung dan resmi berlaku, bakal banyak hal yang dimudahkan. Misalnya berkenaan dengan perizinan serta perekonomian.
"Jadi contohnya nanti di darat itu kepolisian, yang di laut Bakamla ya," kata dia.
[Gambas:Video CNN]
"Nanti juga saya secara door to door secara persuasif akan menghadap ke kepala-kepalanya, ke Kementeriannya, intinya bukan untuk saya, bukan untuk Bakamla," kata dia.
"Ini tolong digarisbawahi ini intinya untuk NKRI untuk Merah Putih. Harusnya semua harus ikut, karena kalau ini jadi, hebat nanti, kita lihat negara-negara maju seperti ini tidak tumpang tindih aturannya seperti ini," jelasnya.