"Kan yang mau dikedepankan kan Monas. Ya Jakarta kan di Monas lah. Emang kenapa?" Kata Taufik saat dihubungi, Kamis (20/2).
Menurut Taufik tak semua kawasan Monas berstatus cagar budaya. Taufik menegaskan, tempat yang dimaksud dengan cagar budaya ialah Tugu Monas, dan tidak tempat itu tidak dijadikan untuk tempat perhelatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makanya tanya dulu, yang dimaksud cagar budaya di Monas itu di mana," lanjut dia.
"Kalau pertanyakan kan bukan berarti menolak tapi bertanya, ya dijelaskan. Makanya, pas ada yang menolak, ditanya kenapa menolak. Ada argumennya, kasih argumen kenapa di Monas. Ada dialog," kata Taufik.
[Gambas:Video CNN]
Terakhir, Taufik menyatakan semua orang berhak untuk berkomentar terkait program Jakarta, termasuk tokoh nasional. Namun hal yang perlu ditekankan ialah harus adanya dialog untuk menjawab setiap komentar tersebut.
"Boleh aja, Jakarta tempat semua tokoh. Sebagai warga Jakarta berhak. Kan bukan menolak itu, mempertanyakan," tutup dia.
Sebelumnya Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengkritik rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk Formula E di Monas. Menurut Megawati, kawasan Monas ialah kawasan vital dan Cagar Budaya yang perlu dijaga.
"Monas itu adalah sudah pasti peraturannya merupakan cagar budaya. Apa artinya, tidak boleh dipergunakan untuk apapun juga," kata Megawati di Jakarta kemarin. (ctr/ain)