Pemeriksaan Whole Body Counting (WBC) sebelumnya dilakukan kepada 9 warga di blok H, I, dan J di Perumahan Batan Indah. Pemeriksaan dilakukan oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) di bawah Bapeten untuk memastikan tak ada warga terpapar radiasi akibat temuan zat radioaktif dekat rumah mereka.
Kepala Bagian Humas dan Protokol Bapeten, Abdul Qohhar mengatakan saat ini proses pemeriksaan masih dalam tahap finalisasi di laboratorium milik Batan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian, jadwal pengumuman hasil pemeriksaan mundur dari rencana semula, yakni dua hari usai pemeriksaan dilakukan pada Senin lalu (17/2).
"Jadi ini memang butuh waktu untuk finalisasi. Secepatnya kalau memang itu sudah selesai dan hasilnya sudah diserahkan ke Bapeten, akan segera dikabari," kata Purnomo di Perumahan Batan Indah, Kamis (20/2).
[Gambas:Video CNN]
Proses pengangkutan tanah terkontaminasi zat radioaktif cesium-137 masih terus dilakukan oleh tim gabungan dari Batan dan Bapeten. Hingga Kamis (20/2), Heru mengatakan tim telah mengangkut 31 drum untuk dibawa ke Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR).
Totalnya, hingga hari ini, tim telah mengangkut total 306 drum tanah terpapar dengan kedalaman galian hingga satu meter.
Batan juga mengklaim nilai radiasi terus menurun sejak proses penggalian dilakukan. Terakhir, angkanya sudah mencapai 9 microsievert. Proses itu akan terus dilakukan hingga angka paparan dinilai normal dengan 0,03 microsievert.
"Nanti tinggal tunggu langkah berikutnya, yakni remediasi," kata Purnomo.