"Alhamdulillah dua korban berhasil ditemukan, tinggal satu korban lagi yang masih dalam pencarian," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman Makwan di Sleman, Sabtu, seperti dikutip dari Antara.
Ia mengatakan kedua korban yang berhasil ditemukan tersebut langsung dibawa ke Puskesmas Turi dan belum teridentifikasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini sedang dilakukan proses identifikasi," jelas Pinky kepada wartawan.
![]() Kepala Puskesmas Turi, Pinky Christina Dewi. (CNN Indonesia/Sutriyati) |
Menurut Pinky, korban berjenis kelamin perempuan. Namun dia enggan menyebut identitas korban mengingat proses identifikasi korban menjadi ranah dokter kepolisian.
"Hari ini ditemukan dua korban lagi di Dam Polowidi," ucap Wardiyono kepada CNNIndonesia.com, di Puskesmas Turi.
Pria 63 tahun ini sangat berharap bahwa salah satu dari korban yang ditemukan tersebut adalah keponakannya.
Dari pantauan CNNIndonesia.com hingga pukul 11.30 WIB, Puskesmas Turi dipadati oleh keluarga korban serta tim penyelamat. Sementara itu proses identifikasi tengah digelar oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
Sebelumnya insiden air sungai Sempor yang tiba-tiba meluap membuat ratusan siswa SMPN 1 Turi yang sedang mengikuti susur sungai Pramuka terseret arus.
Dengan ditemukannya dua jenazah pada siang ini, total sembilan korban meninggal dunia karena insiden tersebut, 23 siswa luka-luka dan 216 selamat.
Sementara itu Polda Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan sedang menyelidiki insiden ini untuk mencari pihak yang bertanggung-jawab.
[Gambas:Video CNN]
(vws/sut/vws)
