Korban Susur Sungai Ditemukan di Kedung Dam Lembah Sempor

CNN Indonesia | Minggu, 23/02/2020 08:23 WIB
Korban Susur Sungai Ditemukan di Kedung Dam Lembah Sempor Petugas melakukan penyisiran untuk mencari sejumlah pramuka SMPN Turi yang tenggelam di Kali Sempor, Turi, Sleman, D.I Yogyakarta. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta menyebutkan satu korban insiden kecelakaan sungai SMPN 1 Turi kembali ditemukan.

"Jenasah ditemukan pukul O5.20 WIB terapung di Kedung Dam Lembah Sempor," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman Makwan, Minggu (23/2), seperti yang dikutip dari Antara.

Dijelaskan Makwan, saat ini korban telah dievakuasi oleh Tim SAR dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY.


"Jenazah sudah dibawa ke Bhayangkara untuk identifikasi oleh TIm DVI," katanya.

Warga setempat, Rony Arya, mengatakan bahwa korban yang berhasil ditemukan atas nama Desinta Bunga warga Dadapan, Turi, Sleman.

"Korban ditemukan tadi pagi di Kedung Lembah Sempor, sudah dievakuasi Tim SAR," katanya.

Sebelumnya BPBD Sleman menyebutkan bahwa masih ada dua korban yang belum ditemukan, yakni Yasinta Bunga warga Dadapan, Donokerto, Turi dan Zahra Imelda warga Kenteng, Wonokerto, Turi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Basarnas Yogyakarta menyebutkan jumlah korban yang ditemukan tewas akibat hanyut di Sungai Sempor, Turi, Sleman, saat ini sudah delapan orang, sehingga tinggal dua korban lagi yang masih dalam pencarian.

"Ada delapan yang ditemukan meninggal. Masih ada dua yang belum ketemu," kata Humas Basarnas Yogyakarta, Pipit Eriyanto.

Sebagaimana diberitakan telah terjadi kecelakaan sungai di Sungai Sempor, Turi, Sleman pada Jumat sore (21/2), dengan korban siswa-siswi SMPN 1 Turi Sleman yang sedang menyelenggarakan kegiatan susur sungai.

Sebanyak 249 siswa SMPN 1 Turi turut dalam kegiatan susur sungai tersebut, dan mereka terseret banjir saat aliran Sungai Sempor tiba-tiba air meluap dan banjir.

[Gambas:Video CNN]

(ANTARA/ard)




ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA