Ajakan Antoni tak lepas dari hasil survei Indo Barometer yang menempatkan Anies sebagai salah satu calon presiden terkuat di antara kepala daerah lainnya.
"Saya ingin mengajak teman-teman partai, maupun masyarakat yang masih pro dengan nasionalisme kita, saya kira harus ada barisan nasional yang secara serius mengadang figur yang terfokus isu populisme ini," kata Antoni dalam jumpa pers Indo Barometer di Hotel Atlet Century, Jakarta, Minggu (23/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hanya mengemukakan retorika tanpa kerja," ucap Antoni.
[Gambas:Video CNN]
Antoni menambahkan, hanya dengan kesadaran barisan nasional yang dapat mengantisipasi Anies menjadi capres. Ia berharap ada tokoh-tokoh nasionalis lain yang dapat menggantikan peran Joko Widodo di pucuk pemerintahan pada 2024-2029 mendatang.
Sejauh ini dia menyebut nama-nama lain yang dianggap punya kompentensi mengganti Jokowi sebagai presiden. Sebut saja Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, dan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah.
"Segera harus kita temukan, sekaligus melawan deligitimasi terhadap Pak Anies yang mengedepankan isu-isu populisme," tambah Antoni.
Diketahui berdasarkan hasil survei Indo Barometer, selain menjadi salah saru capres terkuat di kalangan kepala daerah, Anies juga merupakan kepala daerah yang paling populer.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menjadi calon presiden dengan tingkat pengenalan tertinggi dengan angka 91,7 persen.
Kemudian disusul Ridwan Kamil 65,8 persen, dan Khofifah 55,8 persen. Lalu Tri Rismaharini 49,4 persen, Ganjar Pranowo 47,8 persen, dan Nurdin 10,7 persen. (dmi/osc)