Direktur Pengembangan dan Pemasaran RSCM Ratna Dwi Restuti mengatakan alat tersebut sudah dikeringkan. Namun, masih dalam pengecekan. Hingga saat ini belum diketahui apakah Tomoterapi itu rusak atau masih bisa dipakai.
"Sudah dikeringkan semua tinggal menunggu uji coba alatnya hari ini masih belum bisa beroperasi ya," kata Ratna seperti dilansir dari Antara, Minggu (23/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keunggulan alat Tomoterapi ini bisa memberikan terapi untuk pasien kanker dengan hanya menarget sel kanker di tempat tertentu tanpa merusak sel-sel lain di sekitarnya. Tingkat akurasi tergolong tinggi.
Selain itu, alat ini juga dapat menarget berbagai wilayah tubuh dengan jangkauan yang lebih luas. Waktu terapi juga lebih singkat dibanding alat radioterapi biasanya.
RSCM sempat terendam banjir sekitar 8 cm pada Minggu (23/2). Sejumlah alat medis yang berada di Gedung A turut terendam.
Lihat juga:RSCM Terendam Air, Sejumlah Alat Medis Rusak |
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo alat medis radiologi yang terendam itu antara lain, Stationary X-ray Ceiling, Fluoroscopy, Mammpgraphy.
Kemudian, Stationary X-ray Floor, Mobile X-ray, Dua unit CT Scan, Satu unit Ultra Sound Accuson, Seluruh sistem PACS (Picture Archiving and Communication System), dan Satu unit MRI Siemens
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyempatkan diri untuk mengecek kondisi RSCM. Dia mengatakan alat-alat medis yang terendam langsung dikeringkan. Namun, dia enggan memastikan alat-alat tersebut rusak atau masih bisa dipakai.