Ketua Tim Infeksi Khusus RSHS Bandung, Yovita Hartantri menjelaskan bahwa S sempat tinggal di Perth, Australia. Tak lama setelah berada di Indonesia, S merasa sesak napas, demam, batuk sehingga harus diisolasi di rumah sakit.
"Memang kita lihat di Perth di daerah di mana tidak ada kasus tapi yang bersangkutan tinggal di Australia," kata Yovita dalam keterangan kepada pers, Senin (24/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, AS sempat mengeluh sesak napas dan sakit dada serta demam. Dia sempat dirawat di RSUD Majalaya pada Jumat (21/2) sebelum dikarantina di RSHS.
Kemudian pasien ketiga, yakni RG (45), sempat mengunjungi Vietnam dan Thailand. Sepulangnya dari kedua negara tersebut, pasien mengalami keluhan demam dan pilek.
Hingga saat ini, RG masih dikarantina di RSHS. Tak seperti S dan AS yang telah dipulangkan lantaran dinyatakan tidak diinfeksi virus corona.
"Hasil rontgen pasien menunjukkan adanya infeksi paru. Pengambilan sampel sudah dilakukan dan yang bersangkutan dirawat di ruang isolasi. Kami masih menunggu hasilnya. Mudah-mudahan ada hasilnya sore ini," ujarnya.
Sebelumnya, RSHS Bandung kembali menangani tiga pasien dalam pengawasan dengan gejala mirip virus corona atau Covid-19. Ketiga pasien tersebut sempat diisolasi di Ruang Infeksi Khusus Kemuning (RIKK).