"Tidak pernah memberikan isyarat-isyarat reshuflle (kabinet)," tegas Mahfud di Gedung Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (24/2).
Mahfud bahkan mengaku sama sekali tak pernah mendengar mengenai kabar maupun isu reshuffle kabinet. Sekalipun ada reshuffle, Mahfud menekankan bahwa itu adalah hak prerogatif presiden.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau hasil survei, itu saya ndak begitu tertarik ya untuk membahasnya. Kan survei itu macam-macam juga ya, saya bisa membuat survei juga sendiri," kata dia.
"Yang penting tugas saya itu sekarang bagaimana melaksanakan, apa namanya, tugas yang diberikan," kata Mahfud.
[Gambas:Video CNN]
Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rahman lebih dulu menepikan rumor reshuffle di lingkaran istana. Kepala Negara, kata Fadjroel, masih memberikan waktu bagi para menterinya untuk melakukan penyesuaian.
Jokowi, menurut dia, menyadari ada sebagian menteri yang mudah beradaptasi namun tak menampik ada pula yang kesulitan dan perlu waktu. Karena itu kata Fadjroel, presiden memerintahkan seluruh anggota kabinet kini lebih baik fokus menggarap tugas juga fungsi di masing-masing kementerian.
"Semua anggota kabinet diperintahkan untuk fokus terhadap fungsi kementeriannya masing-masing dan segera dapat beradaptasi," tutur Fadjroel melalui keterangan tertulis, Minggu (24/2). (tst/ain)