Pantauan CNNIndonesia.com, hingga siang ini banjir merendam Jalan KH. Hasyim Ashari hingga ketinggian 20-30 sentimeter dengan area ruas jalan terendam sekitar 150 meter. Namun, demikian, banjir sempat mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas hingga lebih dari 2 kilometer jalan tersebut.
Lihat juga:Banjir di Ciledug Tangerang Bercampur Sampah |
Macet mulai mengular di Jalan KH. Hasyim Ashari dari pusat perbelanjaan Carrefour hingga pertigaan menuju Jalan Boulevard Graha Raya, Ciledug, Kota Tangerang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya. Dari kiriman juga. Di sini tinggal nampung doang," kata Rangga kepada CNNIndonesia.com di lokasi, Selasa (25/2).
Lihat juga:Anies Sebut 200 RW di Jakarta Kebanjiran |
Dia mengatakan banjir bahkan telah memasuki toko-toko milik warga di sepanjang jalan.
"Januari Kemarin parah. Tahun baru tanggal 1. Tanggal 3 baru bisa lancar," ucap Rangga.
Pengendara sepeda motor menggunakan jasa angkut gerobak saat melintasi banjir di kawasan Grogol, Jakarta, Selasa (25/2/2020). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar) |
Banjir di Jalan KH. Hasyim Ashari juga mengakibatkan sejumlah kendaraan roda dua diangkut gerobak. Mereka khawatir kendaraannya rusak karena banjir terlalu tinggi.
Gerobak-gerobak itu biasa disediakan oleh warga sekitar untuk mengangkut kendaraan roda dua jika terjadi banjir.
Asep (23) warga Karang Tengah, Kota Tangerang mengaku sudah biasa mengangkut motor ketika banjir merendam Jalan KH. Hasyim Ashari. Dalam sekali angkut, ia mematok harga Rp40 ribu untuk perjalanan sekitar 150 meter melewati banjir.
"Sudah biasa. Udah sering," katanya kepada CNNIndonesia.com di lokasi, Selasa (25/2).
Sejak pukul 10.00 WIB, Asep telah mengangkut tiga motor dengan satu gerobaknya. Dia menyatakan bakal tetap di lokasi hingga air surut.
[Gambas:Video CNN] (thr/pmg)
