Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PAN Sarifuddin Suding awalnya mengungkapkan rasa tak puasnya terhadap jawaban Yasonna terkait informasi kedatangan Harun ke Indonesia yang sempat simpang siur usai KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada 8 Januari lalu.
Yasonna mulanya menjelaskan informasi kedatangan Harun di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 7 Januari lalu tak masuk dalam sistem pusat di Direktorat Jenderal Imigrasi. Karena itu, ia mengaku sempat menyampaikan ke publik Harun masih di luar negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suding menyebut ketika Harun menjadi sorotan, Yasonna memberikan sebuah pernyataan yang sangat meyakinkan bahwa Harun masih berada di luar negeri. Padahal, berdasarkan investigasi majalah Tempo, Harun sudah berada di Indonesia pada 7 Januari.
Suding pun kemudian bertanya apakah Yasonna mengenal Harun, yang juga mantan calon anggota legislatif PDIP daerah pemilihan I Sumatera Selatan.
"Saudara kenal dengan Harun Masiku?" kata Suding.
"Lihat muka, fisik juga tidak pernah. Hanya fotonya. Ini saya orang kristen pak," ujar Yasonna sembari mengangkat tangan kanannya dengan dua jari, seperti orang bersumpah.
Suding pun mengingatkan agar Yasonna berhati-hati memberikan pernyataan ke publik. Politikus PAN itu menyebut masalah Harun mendapatkan perhatian masyarakat.
"Jangan memberikan satu statemen meyakinkan, padadal itu mengandung kebohongan," tuturnya.
Demokrat Usul Panja buat Usut Harun Masiku
Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Demokrat Benny K. Harman pun ikut mencecar Yasonna soal sosok Harun. Berbagai pertanyaan dilontarkan ke Yasonna. Benny bahkan mengusulkan pembentukan panitia kerja (panja) untuk mengusut kasus Harun."Pak menteri tidak kenal Masiku?" kata Benny.
"Tidak, tidak," jawab Yasonna.
Yasonna mengaku baru tahu Harun setelah kasus dugaan suap kepada mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan mencuat.
Benny tetap tak puas. Ia menantang Yasonna bersumpah terkait sosok Harun.
"Coba sumpah lagi? Tadi kan pak Menteri bilang saya ini orang kristen. Jangan bawa-bawa Tuhan," ujar Benny.
[Gambas:Video CNN]
Yasonna kembali menegaskan bahwa dirinya tak mengenal Harun. Ia juga tak bermaksud membawa-bawa Tuhan terkait masalah Harun ini.
Menurutnya ketika Harun mendaftar sebagai calon anggota DPR dirinya belum menjadi pengurus DPP PDIP.
"Tidak tahu saya, tidak pernah (kenal) karena itu urusan di tingkat kesekjenan," kata Yasonna.
"Kita kan ingin membangun akuntabilitas publik. Kenapa menyangkal Harun sahabat? Jangan lah bohong di siang hari bolong," timpal Benny.
Lihat juga:KPK soal Harun Masiku: Belum Ada Kemajuan |
Namun, politikus Demokrat itu menyebut yang harus dibela tetap kepentingan masyarakat.
Benny akhirnya menutup pertanyaan soal Harun. Menurutnya, jika masalah Harun ingin tetap dilanjutkan, ia usul pembentukan panja.
"Jadi banyak sekali tanya-tanya yang muncul akibat penjelasan bapak yang tidak tuntas, belok ke sana belok ke mari, yang ditanya tidak dijawab, yang dijawab yang tidak ditanya," ujarnya.
"Pak Benny punya kemampuan mengetahui semua anggota Demokrat yang ada di sekitarnya, saya tidak punya kemampuan. Semua yang di mana-mana tau dia, Demokrat tau semua, kita belum punya kemampuan untuk itu," kata Yasonna menyudahi pertanyaan Benny. (fra/osc)