Hal itu terjadi di Jalan Raya Pagelarang, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Jalan ini ialah salah satu jalan perbatasan antara Jakarta dan Kota Bekasi. Jalan ini menghubungkan wilayah Cipayung (Jakarta) dan sekitarnya dengan Jatiwarna (Kota Bekasi) dan sekitarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya awalnya takut. Cuma biar cepet aja," ujar Adam, Selasa (25/2) usai menurunkan motornya dari kubus getek.
"Enggak dipungut (biaya) sih, cuma seikhlasnya ajah. Buat uang capek," ujarnya
Hal serupa juga diakui oleh Hari. Ia sudah lelah berputar-putar karena banjir sejak pagi tadi.
Awalnya karena mengetahui jalan Pagelarang banjir, ia hendak berputar arah. Namun Hari mengurungkan hal tersebut, karena sudah capek berputar-putar mencari jalan yang kering.
[Gambas:Video CNN]
"Capek udah muter-muter juga cari jalan tadi pagi. Tadinya mau muter juga, gak lewat sini (Pagelarang), cuma capek dan ada getek juga (ternyata)," ujarnya.
"Dari pagi ini udah disiagakan. Buat evakuasi, atau ya buat angkut motor kayak gini. Ada satu unit" kataseorang petugas dari Dinas Badan Air Dinas Lingkungan Hidup yang tidak ingin disebutkan namanya. (ndn/wis)