Meski genangan air telah menyusut, sejumlah orang masih bertahan di posko pengungsian Masjid Universitas Borobudur. Salah satunya, Lala, warga yang enggan kembali ke rumah karena sedang sakit.
"Saya sakit dari kemarin, batuk, pilek, sesak, tapi saya enggak ke rumah sakit, cuma minum obat," ujarnya kepada CNNIndonesia.com di Universitas Borobudur, Rabu (26/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anak-anak pada kena gatal-gatal badannya, yang kayak saya batuk, pilek, juga enggak sedikit," ujarnya.
"Paling banyak batuk dan pilek sama luka-luka di kaki," ujar Fitriana
Banjir menggenangi jalan raya Ciracas, Jakarta, Selasa, 25 Februari 2020. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma) |
Fitriana mengatakan angka penderita gatal-gatal tidak diperkirakan sebelumnya. Kini pihaknya mengalami kekurangan stok salep gatal. Kendati demikian, Fitriana mengatakan hingga pagi tadi belum ada warga yang dirujuk ke rumah sakit.
"Salep gatal sih habis, tapi ini masih diusahakan," lanjutnya.
Pihak kelurahan mencatat 1.080 orang dari 296 kepala keluarga mengungsi di Masjid Universitas Borobudur sejak Selasa (25/2) dini hari. Rinciannya sebanyak 133 balita, 39 lansia dan 860 warga usia dewasa.
Sebelumnya, banjir melanda sejumlah titik di Jakarta setelah hujan mengguyur kawasan ibu kota sejak Senin (24/2) malam.
Menurut keterangan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, banjir mengakibatkan 236 RW tergenang, 72 ruas jalan di Jakarta tergenang air tidak bisa dilalui dari total 1.522 ruas jalan, serta terdapat 74 titik pengungsian, yang dikelola DKI sebanyak 49 titik dan dikelola swadaya masyarakat sebanyak 25 titik.
[Gambas:Video CNN] (khr/pmg)
