Heru mengatakan tes kejiwaan dilakukan berdasarkan data-data yang diperoleh dan coretan di buku serta papan tulis milik NF yang diamankan sebagai barang bukti.
"Ini butuh pendalaman lebih dalam, mungkin kami akan panggil ahli kejiwaan (psikiater) karena data-data yang kami dapat ada hal-hal yang agak berbeda," ujar Heru seperti mengutip Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ungkapan-ungkapan perasaannya tertulis dan lebih menark lagi bahwa apa yang dilakukan hari ini. Ini sudah tergambar," ujarnya menambahkan.
[Gambas:Video CNN]
Pengakuan yang dilontarkan oleh NF juga menjadi bukti yang mendasari pemeriksaan kejiwaannya.
Heru mengatakan, NF mengaku membunuh korban karena terinspirasi film yang ditontonnya setahun silam.
"Beberapa hal yang menjadi catatan kami dan pengakuan dari seorang NF, tersangka melakukan dengan kesadaran diri dan dia terinspirasi kalau berdasarkan tadi kita wawancara dia tadi terinspirasi oleh film," kata Heru.
Heru mengatakan NF semula hendak membuang korban yang sudah lemas tak berdaya. Lantaran hari sudah sore, NF kemudian menyimpan bocah tersebut ke dalam lemari. (antara/evn)