Hal itu, katanya, sesuai dengan ketentuan otonomi daerah yang diatur oleh Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Ini dikatakannya saat menggelar video konferensi dengan Sekretaris Daerah Jabar Setiawan Wangsaatmaja di Jabar Command Center, Bandung, Rabu (26/2) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, di Jabar, penanganan teknis banjir kerap disamakan antara gubernur dengan wali kota atau bupati. Padahal menurutnya, tugas pokok dan fungsi ada di level kota/kabupaten.
"Jadi sebenarnya Pemprov Jabar sudah melakukan semuanya sesuai prosedur dalam pengambilan keputusan. Saya amati per hari ini, seringkali Gubernur Jabar itu disamakan teknisnya seperti wali kota/bupati, padahal tupoksi ada di level kota/kabupaten," ucapnya.
Terkait penanganan banjir, kata dia, Pemprov Jabar melalui BPBD, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan, tetap cepat dan tanggap memberikan bantuan logistik mulai dari tenda, kasur, mie instan, hingga obat-obatan setelah berkoordinasi dengan pemda kabupaten/kota serta BPBD setempat.
Di saat yang sama, Ridwan Kamil diketahui tengah berada di Australia setelah meresmikan Jabarano Cafe dan kedapatan bermain TikTok bersama aktris Cinta Laura. Setelah dari Australia, Emil dikabarkan memiliki agenda di Turki.
Namun, Emil kemudian membatalkannya. Ia mengaku akan terbang dari Australia pada Kamis (27/2) pukul 01.00 waktu setempat. Setelah transit di Singapura, dia dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung pukul 09.00 WIB.
[Gambas:Video CNN]
"Saya sebagai Gubernur memutuskan akan pulang ke Indonesia. Kunjungan dua negara saya batalkan, ada 6 sampai 7 agenda dibatalkan," tuturnya.
Usai kembali dari Australia, rencananya Emil bakal menemui langsung korban terdampak banjir di Kabupaten Subang.
"Saya paham secara psikologis kehadiran pemimpin dibutuhkan. Saya sangat berempati sehingga membatalkan kunjungan ke dua negara yang sudah direncanakan sejak tahun lalu. Nanti saya langsung ke Subang," ujarnya.
Berdasarkan laporan BPBD Jabar per Rabu (26/2) pukul 13.30 WIB, terdapat delapan titik banjir di Kabupaten Subang yakni Kecamatan Pamanukan, Pusakanagara, Pusakajaya, Compreng, Ciasem, Binong, Purwadadi, dan Pagaden.
Bah juga menggenangi 24 kecamatan di Kabupaten Karawang dan empat kecamatan di Kabupaten Indramayu.
Diketahui, dalam UU No. 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta Sebagai Ibu Kota Negara RI menyebutkan bahwa Wali Kota dipilih dan bertanggung jawab kepada Gubernur DKI. Sementara, Wali Kota/Bupati di Jabar dipilih langsung oelh rakyat.
(hyg/arh)