Selain ABK World Dream, 68 WNI ABK Kapal Diamond Princess yang akan dievakuasi nantinya juga akan dilakukan tes SWAB tersebut.
"Kita akan memeriksa spesimen 188 WNI dari World Dream itu, ditambah 68 dari Diamond Princess, jumlahnya sudah melebihi suspect sebelumnya," kata Terawan, Kamis (27/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi tim dokter hanya memeriksa orang-orang yang terindikasi yang dikirim spesimennya," ujarnya.
"Kamu bayangkan kalau setiap orang batuk pilek diperiksa, berapa juta orang yang diperiksa? Bisa jutaan, butuh waktu," kata Terawan.
[Gambas:Video CNN]
Terkait dengan tes SWAB yang tidak dilakukan terhadap 238 WNI yang menjalani observasi di Natuna beberapa minggu lalu, Terawan menyebut para WNI dari Hubei tersebut memang tidak menunjukkan gejala virus corona.
"Yang dari Hubei itu tidak kita ambil spesimennya, orang mereka sehat semua," katanya.
Untuk observasi itu, Kemenkes menerjunkan 39 dokter spesialis dari multidisiplin. Mereka terdiri dari dokter spesialis paru-paru, dokter spesialis anestesi, dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis jiwa, dokter spesialis jantung, dokter psikologi, sanetarian, hingga ahli kesehatan lingkungan.
"Kemenkes menurunkan total 39 orang dari berbagai multidisiplin (dokter spesialis)," kata Budi usai menghadiri upacara gelar pasukan di Markas Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (26/2).
Selain itu, 188 WNI juga akan menjalani pemeriksaan ulang di atas Kapal KRI Soeharso selama perjalanan menuju Pulau Sebaru.
"Kami akan lakukan pemeriksaan ulang. Laboratorium dan SWAB, itu kita lakukan di kapal, kemudian nanti turun ke Sebaru untuk observasi," kata Budi. (mel/osc)