Listyo mengatakan demikian berkaca pada kontestasi politik beberapa tahun belakangan, dimana kelompok-kelompok itu 'diberi kesempatan' mengambil peran dalam menciptakan konflik, terutama menjelang pemilu, baik pilkada maupun pilpres dan pileg.
"Hal yang menarik adalah setiap kegiatan tersebut, setiap isu tersebut, ada kelompok tertentu yang selalu ikut ambil bagian. Kelompok itu adalah kelompok yang tidak setuju dengan ideologi Pancasila," kata Listyo di Gedung Bareskrim, Jakarta, Kamis (27/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih jauh Listyo juga meminta aparat kepolisian di daerah untuk mulai membentuk satuan tugas (satgas) antipolitik uang menjelang Pilkada 2020.
Menurut Listyo, salah satu tugas yang akan dilakukan oleh satgas tersebut adalah melakukan penelusuran dan pengawasan sumber dana yang digunakan oleh pasangan calon (paslon) dalam pilkada.
"Dari sekarang bentuk Satgas Anti-Money Politics atau Satgas Money Politics untuk melakukan tracking, kira-kira para pasangan calon ini mencari sumber dana dari mana, tracking dari sekarang," kata Listyo.
[Gambas:Video CNN]
Ia menerangkan, tren politik uang diperkirakan masih akan terjadi dalam Pilkada 2020. Sebab itu, pembentukan satgas akan bermanfaat dalam menangani perkara itu.
"Saya minta anggota untuk mengawasi itu, sehingga jangan sampai hanya untuk kepentingan yang bersangkutan ingin terpilih lagi kemudian melakukan pelanggaran-pelanggaran hukum," jelas dia. (mjo/osc)