Tak jarang Efik mengantar mereka yang baru bepergian dari luar negeri.
"Siapa sih yang kerjaannya borong masker? Pengen saya temuin. Sekarang susah banget cari di minimarket," kata Efik, sang supir taksi online bandara, mengeluh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagian besar itu dari negara Asia, enggak tahu Korea, China, Jepang, Malaysia. Takut juga saya," ucap Efik.
Meski begitu, Efik mengaku tak pernah menolak penumpang apapun alasannya. Dia hanya mengusahakan untuk menggunakan masker dan menjaga kebersihan mobil setiap pulang.
Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Persoalannya, keluh dia, akhir-akhir ini ia kesulitan mendapatkan masker. Jika ada stok di toko pun, kata dia, harganya bisa sepuluh kali lipat dari harga normal.
"Kemarin sampai saya cuci lagi maskernya," ucap Efik sambil tertawa.
[Gambas:Video CNN]
Di sela-sela perbincangan, warga Pondok Gede itu mengaku heran dengan pemerintah. Dia bertanya-tanya kenapa tidak ada tindakan pencegahan yang serius dari pemerintah, misalnya menyediakan masker gratis.
Dia malah heran dengan pernyataan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang malah menyalahkan warga yang ramai-ramai membeli masker karena takut terpapar corona.
"Kok ngaco ya menteri. Suruh ketemu saya dan driver bandara lah. Kita ngobrol," ucapnya berbalut tawa.
Virus ini disebut menyebar lewat pernapasan. Beberapa kasus penularan melibatkan sopir taksi. Misalnya korban corona pertama di Thailand yang tertular pada Jumat (31/1). Atau seorang sopir taksi di Okinawa, Jepang, yang terpapar corona setelah mengantar penumpang kapal pesiar Diamond Princess.
Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyatakan banyak berita hoaks yang soal virus corona menyebabkan masyarakat menjadi tak rasional. Salah satunya berakibat pada minimnya pasokan masker dan harga melonjak tinggi.
"Berita hoaks atau setengah hoaks hingga menimbulkan suasana chaos, suasana panik, dan membikin masyarakat kita berpikir tidak rasional seperti ramai-ramai memborong masker," ujar Muhadjir saat memberikan keterangan di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Senin (17/2).
Kepanikan masyarakat itu, menurut Muhadjir, yang dimanfaatkan sejumlah pihak untuk menaikkan harga masker menjadi tidak wajar. Padahal sesuai anjuran Menteri Kesehatan, kata dia, masker hanya digunakan bagi mereka yang sakit dan orang yang berisiko karena pekerjaan di bidang kesehatan.
(ain)
Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta. (CNN Indonesia/Safir Makki)