"Kami ingin memastikan melalui panja ini bahwa ada instrumen negara yang memang mengkaji aspek ketahanan nasional terhadap dampak virus corona ini," ujarnya dalam sebuah acara diskusi di Jakarta, Minggu (1/3).
Bobby mengacu kepada kajian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang keterlibatan militer dalam penanganan virus. Menurutnya, itu memang wajar jika militer dijadikan garda terdepan, terutama ketika ada virus yang telah menjadi pandemik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mulai Desember 2019 ini hampir seluruh negara maju menggunakan militer sebagai front line. Kecuali China ya, baru kali ini PLA-nya (People's Liberation Army) tidak ikut," tuturnya.
Kementerian Kesehatan berulang kali memastikan belum ada orang terinfeksi virus corona di Indonesia berdasarkan hasil tes Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Upaya membentuk panja di Komisi I DPR, kata Bobby, bukan berarti tidak percaya terhadap pemerintah ihwal ketiadaan kasus virus corona di Indonesia. Panja dibentuk guna mempersiapkan andai virus corona sudah ada dan merebak di Indonesia.
"Masih ada 70 negara lain yang masih memastikan zero. Yang bersentuhan dengan tanah kita itu termasuk Papua Nugini dan Brunei. Tapi harapannya di panja tersebut akan memastikan Indonesia siap menghadapi dampak terburuk," tambahnya.