Hal tersebut mengacu pada langkah Arab Saudi menghentikan penerbitan visa bagi jemaah Indonesia dan beberapa negara lain yang sudah terjangkit Virus Corona.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau Arab Saudi memposisikan Indonesia setara dengan negara-negara ini (yang terjangkit Corona). Kita harus bicara lebih dalam lagi. Apakah betul bahwa kita masih zero atau kemudian sebenarnya kita tidak cepat menanggap satu gejala?" ujarnya.
Bukhari mengatakan gelombang jemaah haji dan umroh di Indonesia termasuk besar. Setiap tahunnya ada 1,2 juta jemaah yang bertolak ke Arab Saudi. Dan dalam sebulan kegiatan ini bisa menggelontorkan uang sebesar Rp1 triliun.
Menurut data yang dilaporkan Kementerian Agama, katanya, per tanggal 29 Februari ada 2.872 jamaah yang diharuskan pulang ke Indonesia.
Dari angka tersebut, 1.685 jemaah tertahan di negara lokasi transit ketika hendak ke Arab Saudi. Juga ada 75 biro perjalanan dan 8 maskapai yang terdampak.
(fey/arh)