Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Pamulang, Tangsel, Inspektur Satu Totok Riyanto mengatakan peristiwa ini bermula dari kabar yang beredar di media sosial yang dibuat oleh perempuan bernama Yulianah soal keponakannya berusia lima bulan yang diculik.
Totok mengatakan polisi kemudian melakukan penyelidikan. Penyidik juga memeriksa sejumlah saksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil dari penyelidikan diketahui, Aura Indah perempuan yang disebut ibu sang bayi, ternyata selama ini tidak memiliki anak. Aura Indah adalah adik Yulianah selama ini menerima uang dari kakaknya itu untuk biaya hidup.
Karena itu setelah Aura tahu sang kakak ingin mengunjunginya, ia membuat kabar penculikan tersebut agar kedoknya tidak terbuka.
Yulianah, kata Totok, yang menerima kabar keponakannya yang berusia 5 bulan diculik langsung membuat kabar kehilangan di media sosial.
Berita tersebut juga dilaporkan ke Polsek Parung, Jawa Barat.
[Gambas:Video CNN]
Polsek Pamulang, yang menerima limpahan kasus dari Polsek Parung, lantas melakukan investigasi. Melalui olah TKP dan menanyai sejumlah saksi, Tokok mengatakan pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan.
"Terus akhirnya kita melakukan pengecekan dari handphone si ibu bayi, ternyata ada kejanggalan dari cara mendapat foto si bayi. Ternyata hasil dari foto itu, dia diunggah, di-download dari FB," kata Totok.
Akun twitter resmi kepolisian TMC Polda Metro Jaya @TMCPoldaMetro juga sempat mengunggah info penculikan bayi di angkot itu. Belakangan kicauan tersebut dihapus.
Akun TMC Polda Metro Jaya juga menggunggah informasi soal berita tersebut tidak benar.
[Gambas:Twitter]
(thr/arh)