Diketahui, WNI ABK Diamond Princess akan dibawa dari Bandara Kertajati, Majalengka ke Pulau Sebaru Kecil menggunakan kapal melalui pelabuhan PLTU Indramayu.
"Masyarakat Indramayu tidak perlu takut dengan rencana transit (69 WNI yang bekerja di Kapal Diamond Princess)," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu Deden Boni Koswara di Indramayu, mengutip Antara, Minggu (1/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penularan virus itu jika kontak langsung dengan jarak kurang lebih 2 meter dalam ruang terbuka. Untuk itu masyarakat tidak diperbolehkan juga melihat atau mendekati rencana transit pasien," ujarnya.
"Semua ini sesuai prosedur penanganan karantina atau isolasi," katanya.
Para WNI itu terdiri dari 67 pria dan 2 wanita. Mereka didampingi 11 kru pesawat dan 12 tim medis.
ABK Diamond Princess diperkirakan mendarat di Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat pada Minggu malam (1/3). Setelah itu, mereka akan dibawa ke Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, Jakarta dengan KRI Dr Soeharso dari Pelabuhan PLTU Indramayu.
Selanjutnya, 69 WNI itu akan dikarantina untuk menjalani observasi selama 28 hari ke depan. Mereka juga telah diobservasi saat masih berada di Kapal Diamond Princess selama kurang lebih 14 hari.
WNI dari kapal Diamond Princess bakal diobservasi terpisah dengan WNI dari kapal World Dream. Diketahui, 188 WNI dari kapal World Dream telah lebih dulu menjalani karantina di Pulau Sebaru Kecil.