"Kita (Indonesia) ingin membangun kerukunan antarumat beragama di seluruh dunia, karena itu kita bercita-cita ingin membangun pertemuan tokoh-tokoh agama dunia. Islam, Katolik, Protestan, kemudian Hindu," ujarnya di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (29/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi jangan lagi di Islam radikalisme, intoleran, tapi juga jangan ada lagi Islamfobia seperti yang di barat," ujarnya.
Kini, kondisi sudah kembali kondusif. Pemerintah setempat mengklaim keadaan di New Delhi, India sudah aman kembali.
"Semuanya dalam keadaan damai. Dan sebagaimana diketahui, situasi di India di bawah kendali. Dan tentunya kami menyarankan kepada sahabat-sahabat kami untuk tidak percaya pada berita palsu," kata Duta Besar India untuk Indonesia Pradeep Kumar Rawat di Jakarta Jumat (28/2).
[Gambas:Video CNN]
Lihat juga:Mengurai Benih Konflik Hindu-Muslim di India |
Fachrul yakin kekerasan yang dilakukan sekelompok penganut Hindu tidak menggambarkan ajaran agamanya. Dia menduga ada pemahaman ekstrem, sehingga mendorong mereka melakukan kekerasan.
Namun, Front Pembela Islam (FPI) berencana menggelar aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar India, Jakarta pada 6 Maret mendatang.
"Mendesak pemerintah India untuk segera menangkap para pelaku persekusi termasuk di dalamnya pimpinan kelompok radikalis ekstremis yang mensponsori berbagai tindak kekerasan," mengutip siaran pers FPI dan Persaudaraan Alumni 212 yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (28/2).