Tim menyatakan pihaknya mendapat notifikasi dari National Focal Point (NFP) Indonesia yang meneruskan notifikasi dari NFP Singapura pada 1 Maret lalu. Isinya, tentang interaksi langsung terkait pihak tertentu di Batam yakni VP, WN Singapura yang diketahui memiliki rumah di kota tersebut.
Perempuan itu diketahui berkunjung ke Batam pada 20 Februari lalu dan kembali ke Singapura pada 23 Februari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai saat ini, kedua (pihak yang melakukan) closed contact tidak mengalami gejala demam, batuk, sakit tenggorokan dan sesak nafas," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, dalam jumpa pers di Batam, Senin (2/3).
"Total semuanya 15 orang. Semuanya sudah kita ambil spesimen laboratorium dan kami tunggu hasilnya sekitar empat hari," kata Tjetjep lagi.
Hingga saat ini, tim terus melakukan penelusuran dan sudah mendapatkan informasi tentang manifest penumpang kapal ferry sebelumnya.
"Sudah kita dapatkan datanya dimana 26 WNI dan 82 WNA. Tim kami sudah di lapangan untuk menelusuri penumpang kapal ini. Tim bergerak terus untuk menelusuri ini secara bertahap," kata Tjetjep.
Sementara itu, Kadinkes Batam Didi Sumarjadi pada kesempatan yang sama mengatakan, terhadap supir P dan tiga orang anggota keluarganya tengah diobservasi di rumahnya. Sedangkan untuk 11 orang lainnya yakni CSS, 9 keluarganya dan 1 driver Gojek akan diobservasi di Asrama Haji lantai 3.
Foto: CNN Indonesia/Fajrian |
Foto: CNN Indonesia/Fajrian