"Kita posisinya siaga satu virus corona di Jawa Barat," ujarnya di Bogor, mengutip Antara, Senin (2/3).
Ridwan mengatakan ada 27 rumah sakit utama yang menjadi rujukan pemeriksaan virus corona di Jawa Barat sejak dua pekan lalu atau saat status siaga 1 ditetapkan. Selain itu, dia juga masyarakat agar lekas ke rumah sakit andai mengalami gejala mirip virus corona.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apakah teridentifikasi positif negatifnya itu akan dilakukan," ucapnya.
Ridwan juga belum mau bicara banyak soal kemungkinan Depok diisolasi. Dia masih menunggu arahan dari pemerintah pusat.
"Ini semua kan beritanya masih sampai di hari ini sehingga belum ada keputusan eksekutif. Jadi yang pasti kita masih dalam tahap mengumpulkan data saja," kata Ridwan
Dia juga ingin datang ke Depok untuk melihat kondisi terkini. Selain itu, mantan Wali Kota Bandung tersebut juga ingin memastikan dua warga Depok yang positif virus corona diberi perawatan dan pelayanan yang baik.
"Saya perlu memastikan dua warga yang positif terkena Covid-19 ini supaya mendapat perawatan dengan fasilitas rujukan terlengkap," katanya.
Mereka adalah warga Depok, seorang ibu berusia 64 tahun dan putrinya berusia 31 tahun. Kini diisolasi dan dirawat di RS Suliarto Suroso, Jakarta.
Pemerintah menjelaskan bahwa dua warga Depok itu terinfeksi usai bertemu dengan warga negara Jepang yang selama ini tinggal di Malaysia. WN Jepang itu pulang ke Indonesia usai merasakan sakit.
Setibanya di Malaysia, dia langsung dirawat usai dinyatakan positif mengidap virus corona oleh petugas bandara setempat.
Menkes Terawan Agus Putranto meminta masyarakat tetap tenang. Pertama dan utama, kata Terawan, menjaga kesehatan tubuh.
Wali Kota Mohammad Idris juga bicara demikian. Dia meminta masyarakat makan makanan yang sehat, istirahat yang cukup serta berhenti merokok. Menurutnya, itu merupakan kiat-kiat agar tubuh tetap sehat sehingga terhindar dari paparan virus corona.