General Manager Bandara Husein Sastranegara PT Angkasa Pura II Andika Nuryaman mengaku pihaknya telah melakukan pengawasan dan pemeriksaan di bandara sejak isu virus corona merebak awal tahun ini.
Salah satu antisipasi, kata dia, ialah dengan menyediakan berbagai fasilitas pencegahan penyebaran virus corona, terutama dari wisatawan mancanegara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua petugas menggunakan masker. Baik mereka yang bertugas di front liner, bea cukai, avsec, dan termasuk imigrasi," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
Gubernur Sulsel Koordinasi dengan AP I
Di tempat terpisah Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah langsung berkoordinasi dengan PT Angkasa Pura I untuk memperketat pengawasan orang-orang yang masuk mengingat bandara Sultan Hasanuddin.
Pengetatan bandara bertaraf internasional ini sebagai tindak lanjut pencegahan usai dua WNI positif virus corona usai tertular WN Jepang asal Malaysia yang berkunjung ke Indonesia.
"Ini yang sudah kita sampaikan. Sudah dilakukan upaya pendeteksian oleh pihak Angkasa Pura di bandara. Tapi dengan adanya kejadian ini, harus lebih diperketat lagi," kata Nurdin Abdullah di rumah jabatan Gubernur Sulsel, Senin, (2/3).
"Angkasa Pura sudah kita minta supaya berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk mendeteksi semua tamu-tamu yang masuk ke Sulsel dari berbagai daerah dan negara," tandasnya.
Nurdin juga sudah memastikan Dinas Kesehatan berkoodinasi dengan rumah sakit yang telah ditunjuk mengenai ketersediaan ruang isolasi pascapengumuman dua WNI positif virus corona. Lalu, menghimbau ke seluruh masyarakat Sulsel supaya mengurangi kunjungan ke tempat-tempat keramaian jika tidak begitu penting.
Pintu domestik Bandara Palembang ikut diperketat
Hal serupa juga dilakukan di pintu kedatangan domestik Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sumatra Selatan. Lokasi tersebut akan dilengkapi dengan thermo scanner.
Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan melalui Dinas Kesehatan segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencegah paparan virus corona.
Kepala Seksi Surveillance dan Imunisasi Dinas Kesehatan Sumsel, Yusri mengatakan pihaknya bakal lebih waspada setelah Presiden RI Joko Widodo secara resmi mengumumkan virus corona sudah masuk ke Indonesia.
"Sebelumnya pintu kedatangan internasional saja yang dijaga ketat. Setelah adanya kasus di Indonesia, pintu kedatangan domestik juga akan dijaga. Setiap orang yang datang akan diperiksa," ujar Yusri, Senin (2/3).
Pintu kedatangan domestik akan dilengkapi dengan thermal scanner dan petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Palembang yang akan memeriksa kondisi kesehatan setiap orang yang datang.
"Sejauh ini untuk kasus Covid-19 di Sumsel masih negatif atau belum ditemukan. Meskipun begitu, masyarakat diminta tetap waspada dan menjaga kesehatan," ujar dia.