"Ada perubahan episentrum dari China ke Korea, berikutnya Iran. Itu jadi atensi kita. Intinya (pembatasan) dari negara-negara yang menjadi episentrum, gitu aja," ujar Moeldoko di KSP, Jakarta, Senin (2/3).
Namun Moeldoko tak memperinci lebih jauh negara-negara mana saja yang dianggap episentrum persebaran virus corona sehingga dilarang masuk ke Indonesia. Mantan Panglima TNI itu menyebut, pembatasan WNA yang masuk menjadi kewenangan Kementerian Luar Negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyebut bakal memperketat pengawasan di tiap area perbatasan masuk ke Indonesia. Pengawasan ini tak hanya di jalur udara namun juga laut dan darat.
"Sebetulnya sudah dibatasi sementara ini. Kami akan evaluasi cross border untuk pengawasan yang lebih ketat, tempat-tempat penyeberangan dari luar negeri, termasuk alat-alat deteksinya," ucap Muhadjir.
"Nanti akan kami petakan lebih detail, bagaimana cara penyelesaiannya. Termasuk wilayah perbatasan, tempat penyeberangan yang selama ini sangat intens dilakukan tapi tidak pernah dikatakan tempat penyeberangan resmi juga harus dihitung," terangnya. (psp/osc)