WNA tersebut langsung dibawa ke ruang isolasi, Senin (2/3) malam, setibanya di RSD Mangusada. Petugas tim medis menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat memberi penanganan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap masuk bandara kalau demam tinggi, pasti dapat atensi. Karena Sanglah penuh, Gianyar penuh, dan Tabanan juga penuh, maka dikirim ke sini," kata Japa.
Informasi yang beredar WNA tersebut berasal dari Jepang. Namun Lucky tak tahu kewarganegaraan WNA tersebut. Selain itu juga belum diketahui apakah yang bersangkutan pernah mengunjungi negara terdampak virus corona.
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace mengungkapkan pihaknya menyiapkan rencana cadangan jika wabah ini meluas. Pihaknya cenderung memilih rumah sakit dengan banyak ruang isolasi sebagai pusat penanganan wabah ini.
"Ada plan, kami ingin tersentralisasi. Ada rumah sakit yang akan dipakai untuk menangani virus ini. Nah, ini salah satu alternatif," ujar dia, dalam keterangannya, Senin (2/3).
"Kami sedang pikirkan sekarang, terkait rencana cadangan juga. Andai terjadi berlebihan kapasitas apa yang kami lakukan. Nah ini sedang kami susun sekarang. Semoga besok selesai," sambung pria yang juga Ketua PHRI Bali ini.
Hal ini dilakukan jika langkah pertama, yaitu penanganan di rumah sakit yang sudah ditunjuk sebelumnya, tidak mampu lagi untuk menangani pasien.
Cok Ace menyarankan rumah sakit di Bali yang sudah memiliki ruang isolasi secara optimal memberi penanganan jika ada temuan pasien Virus Corona.
Ia menyarankan agar tidak terburu-buru merujuk ke RSUP Sanglah. Pasalnya, RS itu memiliki ruang isolasi yang terbatas.
Kasus corona di Depok tercatat adalah yang pertama terjadi di Indonesia. Korban adalah seorang ibu berusia 64 tahun dan putrinya berusia 31 tahun. Keduanya langsung menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianto Suroso. (put/wis)