"Yang pasti, Cianjur mengatakan spesimen sudah dikirim, kita mengatakan dan hasilnya negatif. Tentunya ini PR [Pekerjaan Rumah] buat saya untuk menanyakan lagi spesimen tadi apakah atas nama spesimen yang (meninggal) tadi," kata Yuriyanto saat jumpa pers di Kantornya, Jakarta, Selasa (3/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
Langkah itu ditempuh guna memastikan lagi apakah spesimen pasien yang meninggal dunia itu positif atau negatif virus corona.
Berdasarkan informasi yang didapat CNNIndonesia.com, pasien D tersebut meninggal dunia pada Selasa (3/3) sekitar pukul 04.00 WIB.
Suspect corona adalah istilah medis yang menyatakan seorang pasien diduga mengidap virus corona, tapi belum dipastikan positif atau negatif.
Kabag Humas dan Protokoler Setda Cianjur, Iyus Yusuf menyebut suspect corona itu meninggal dunia di Rumah Sakit Dr Hafidz (RSDH).
"Belum ketahuan kena corona atau enggak, tapi kita udah kirim sampelnya ke Jakarta tapi belum ada hasilnya," katanya.
Pasien berinisial D itu, kata Iyus, merupakan warga Bekasi yang sedang berkunjung ke rumah keluarganya di Cianjur.
"Memang ada riwayat yang bersangkutan sempat ke Malaysia," katanya. (ryn/osc)