Dalam surat instruksi dan imbauan yang diterima CNNIndonesia.com dari Staf Sekjen Fariz Alniezar, PBNU menyatakan dua doa itu penting diamalkan untuk meminta keselamatan bagi bangsa Indonesia.
"Berkaitan dengan bencana tersebut, PBNU menginstruksikan kepada seluruh pengurus wilayah, cabang, lembaga, Badan Otonom Nahdlatul Ulama dan pondok pesantren di semua tingkatan agar membaca qunut nazilah dan meningkatkan amalan dan doa tolak bala agar bangsa Indonesia terhindar dari musibah dan bencana," tulis surat yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (3/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PBNU menginstruksikan agar doa qunut dibaca sesaat sebelum sujud terakhir setiap salat lima waktu. Sementara untuk waktu pembacaan doa tolak bala, tidak diatur secara spesifik.
Lihat juga:MUI Haramkan Timbun Masker Demi Raup Untung |
"Untuk sementara tidak berbaur dalam kerumunan di masjid atau musholla, pengajian-pengajian, atau tempat umum lainnya sampai kondisi kesehatan sudah dalam keadaan baik," tulis surat tersebut.
Sebelumnya, Wakil Presiden Ma'ruf Amin pernah mengatakan bahwa doa qunut membuat virus corona tidak bisa masuk ke Indonesia. Dia mengatakan itu pada 28 Februari, sebelum ditemukan dua orang positif mengidap virus corona.
Namun tiga hari berselang, Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus pertama penularan virus corona di Indonesia. Mereka adalah dua warga Kota Depok.
Mereka kini menjalani perawatan di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, karena positif terinfeksi corona. Puluhan perawat RS Mitra Keluarga Depok juga dipantau lantaran sempat berinteraksi dengan dua warga positif terinfeksi virus corona. (bmw/dhf/bmw)