Salah satu yang terlihat adalah Duta Pertiwi Mal atau DP Mal yang berada di kawasan Jalan Pemuda Semarang. Pengelola mal meletakkan cairan antiseptik di setiap pintu akses masuk dan keluar Mal.
Pantauan CNNIndonesia.com, setiap pengunjung yang datang dan keluar Mal dipersilakan mengambil cairan antiseptik tersebut secara gratis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masih di Kota Semarang, animo warga untuk pergi ke Korea Selatan tak terpengaruh isu corona. Terpantau ramai acara rekrutmen Skill & Competency Test Program G to G Korea Selatan yang digelar Balai Pelayanan, Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Jawa Tengah di Kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes), Selasa (3/3).
"Soal corona, kita antisipasi sebisa mungkin dengan pola hidup bersih", kata Amar, salah satu pencari kerja asal Cilacap Jawa Tengah.
"Orang tua mengijinkan. Maka kitanya hati-hati juga. Takut ya takut, tapi kan ini karena kerjaan", ujar Dewi.
Kepala BP3TKI Jawa Tengah, AB Rahman menyatakan bila Jawa Tengah adalah Provinsi di urutan pertama sebagai yang paling banyak mengirim TKI ke Korea Selatan. Terkait Corona, sampai detik ini, tidak ada TKI yang bekerja di Korea yang minta dipulangkan karena takut.
"Tadinya saya berpikirnya juga pasti sepi peminat. Tapi malah padat begini jumlahnya, mungkin karena tawaran gaji tinggi, jadi isu Corona tak diperhatikan. TKI yang sudah di Korea, juga tidak ada yang minta dipulangkan karena takut Corona", kata Rahman.
Seperti diketahui, Wabah Corona di Korea Selatan sudah tercatat hampir 4000 kasus, di mana sebagian pusat berasal dari Kota Daegu.
[Gambas:Video CNN]
Ambon Imbau Warga di Rumah
Sementara itu dari Ambon, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mengimbau warga Ibu Kota Provinsi Maluku untuk sementara waktu mengurangi aktivitas mengunjungi tempat keramain.
"Saat ini kita cegah dulu warga untuk melakukan aktivitas di tempat keramain,"ujar sekertaris Kota Ambon, Antoni Gustav Latuheru di Gedung Balai Kota Ambon, Selasa (3/3).
Pada Senin (2/3) Pemerintah kota Ambon menggelar rapat koordinasi mengantisipasi pencegahan wabah corona bersama tokoh agama, kepala desa, raja, lurah, dinas kesehatan, puskesmas dan tim Kesehatan Maluku.
"Rapat koordinasi ini berguna mengantisipasi Covid-19 agar jangan masuk Ambon, caranya sosialisasi ke masyarakat," ucapnya.
(ain/dmr/sai/ain)