Achmad selaku juru bicara pemerintah terkait virus corona menyebut penanganan penyebaran virus ini sudah masuk siaga darurat pandemi.
"Jauh sebelum ditetapkan KLB kami sudah melaksanakan kegiatan siaga darurat pandemi covid-19. Itu jauh lebih tinggi kedudukannya dari KLB," kata Achmad kepada CNNINdonesia.com, Rabu (4/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, penerapan siaga darurat pandemi dimulai sejak ratusan WNI yang dijemput dari Wuhan, China menjalani karantina dan observasi di Pulau Natuna, Kepulauan Natuna.
"Kalau KLB itu berbicara tentang situasi lokal, enggak mungkin KLB se-Indonesia. (Misalnya) KLB DBD, itu khas daerah," katanya menambahkan.
[Gambas:Video CNN]
Namun, Achmad mengatakan tak ada istilah siaga satu, siaga dua, ataupun siaga tiga dalam penanganan virus corona. Penanganan ini juga mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2019 tentang Peningkatan Kemampuan Dalam Mencegah, Mendeteksi, dan Merespons Wabah Penyakit, Pandemi Global, dan Kedaruratan Nuklir, Biologi, dan Kimia.
"Kami langsung mengerahkan seluruh potensi maksimal," ujarnya.
Kemudian enam pasien suspect corona juga berada di RSPI Jakarta. Mereka pun menjalani pemeriksaan dan diisolasi sejak kemarin.
Selain itu, pemerintah juga sedang melakukan karantina dan observasi ratusan WNI dari dua kapal pesiar di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu. (fra/wis)