Pemeriksaan ulang akan dilakukan dua kali, yakni pada lima hari pertama sejak dinyatakan positif, dan lima hari kemudian sejak pemeriksaan ulang pertama. Diketahui kedua pasien itu mulai dirawat di RSPI pada Minggu (1/3) dan dinyatakan positif pada Senin (2/3).
"5 hari akan kita cek ulang, kalau dia negatif, 5 hari kemudian kami cek (lagi), kalau negatif baru dia dipulangkan. Jadi tetap laboratorium sebagai parameter untuk memulangkan pasien tersebut," kata Syahril, Rabu (4/3) di RSPI Sulianti Saroso.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini sampai besok kami menunggu hasilnya dari laboratorium. Nanti akan kami sampaikan kepada media," kata dia.
[Gambas:Video CNN]
Wali Kota Depok Optimistis Pasien Sembuh
Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengaku tetap optimis dengan kesembuhan dua warganya yang kini tengah dirawat di RSPI Sulianti Saroso. Sebab dia menyebut angka kesembuhan pasien positif virus corona mencapai 97 persen.
"Saya bilang bukan 87 persen saja, tingkat hidup dan tingkat sembuh daripada si penderita virus corona, tapi 97 persen. Jadi insya Allah optimis," kata Idris, Rabu (4/3).
"Tingkat kematian dari corona itu jauh lebih rendah ketimbang tingkat kematian TBC, Tuberkulosis. 11 orang per tahun di Indonesia itu. Bukan di dunia, di dunia lebih banyak lagi. Di Kota Depok cukup banyak, endemik, TBC ini," katanya.
Di sisi lain Idris juga meminta kepada awak media tidak memberitakan informasi-informasi yang membuat dua pasien positif virus corona semakin stres. Sebab, kata Idris, dua pasien itu sempat stres karena banyak pemberitaan maupun informasi tidak benar terhadap keduanya.
Misalnya, kata Idris, saat ada police line di rumah dua pasien itu yang berada di Depok. Padahal garis itu dipasang hanya untuk keperluan fogging atau penyemprotan oleh pihak kepolisian.
Idris mengatakan, kini kondisi dua pasien itu sudah mulai membaik. Ia meminta agar warga sekitar rumah mereka tak memberi stigma negatif.
"Jangan sampai ada masyarakat yang menghindar dari dirinya ya. Jadi dia masuk bagian dari masyarakat," katanya. (yoa/thr/osc)