Kegalauan itu, kata Tjahjo, karena dia mengetahui fakta adanya keberadaan pejabat di lingkungan pemerintahan yang diduga terpapar pemikiran radikal.
"Saya enggak sebut nama ya, tapi ada 17 calon eselon I nggak ada yang lolos. Kalau nggak masalah gratifikasi, pikirannya sudah menyangkut radikalisme, terorisme," kata Tjahjo di Kompleks KemenPAN-RB, Jakarta Selatan, Rabu (4/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Ma'ruf Amin: Terorisme Bemula dari Intoleran |
"PNS/ASN di kementerian/lembaga itu masih ada tiga persen yang lulusan SD. Apakah ini akan dibawa semua yang lulusan SD ke IKN. Dilihat (dulu) kompetensinya. Lulusan SD itu paham kah dia IT? Kalau tidak mungkin dia sebagai tenaga apa?" tuturnya.
[Gambas:Video CNN]
Lebih lanjut Tjahjo menyarankan agar nanti di IKN, dibentuk fasilitas keamanan setingkat Kodam dan Polda. Langkah ini selain untuk menjaga keamanan area pemerintahan, juga untuk menyelesaikan perkara jabatan aparat berwajib.
Ia pun memberi salah satu solusi mengenai jabatan yang bisa diisi aparat keamanan berpangkat. Contohnya, kekosongan bintang dua, bintang satu dan kombes Polri bisa diisi aparat yang belum ada jabatan
"Kombes dan perwira tinggi [Polri] banyak yang belum punya jabatan. Baik yang sudah sekolah, maupun belum sekolah. Yang belum sekolah apa lagi. Ini yang sedang kita persiapkan," kata dia.