Direktur Utama RSUP Persahabatan Rita Rogayah mengatakan 10 orang itu adalah pasien dalam pengawasan. Menurut Kementerian Kesehatan, pasien dalam pengawasan berarti telah mengalami gejala flu seperti batuk dan demam yang juga mirip gejala corona, sehingga dirawat secara khusus.
"Kami sudah dapat rujukan 10 pasien dalam pengawasan (PDP). Kesepuluhnya sekarang dirawat di sini," tuturnya di RSUP Persahabatan, Jakarta, Rabu (4/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suspect corona ialah istilah medis yang berarti seorang pasien mengidap gejala mirip corona, namun belum bisa dipastikan terinfeksi atau tidak.
Selain 10 pasien dalam pengawasan, Rita mengatakan RSUP Persahabatan juga tengah memantau 21 orang terkait virus corona. Mereka tidak dirawat di RSUP Persahabatan.
Menurut Kemenkes, orang yang dipantau terkait corona berarti mereka pernah berkunjung ke negara yang telah ditemukan kasus virus corona.
"Ada juga orang dalam pemantauan berjumlah 21 orang. Bisa dirumahkan dengan pantauan dari dinas kesehatan setempat
Ruang Khusus RSUP Persahabatan
Rita mengatakan RSUP Persahabatan telah menyiapkan 24 ruang isolasi khusus. Semuanya terpisah dari ruangan lain.
Dari 24 ruangan itu, ada empat ruangan intensive care unit (ICU). Pasien dalam perawatan corona yang kondisinya semakin memburuk akan dirawat di ICU.
"Semua pasien itu indikasinya rawat. Tapi kondisi semuanya saat ini tidak perlu ada yang masuk ruang ICU. Harus masuk ICU misalnya dia napasnya hebat atau gagal napas sehingga dia harus pakai alat bantu napas," kata Rita.
RSUP Persahabatan sendiri telah ditunjuk Kemenkes menjadi rumah sakit rujukan penanggulangan virus corona selain RSPI Sulianto Saroso dan RSPAD Gatot Subroto.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan ada 136 warga Jakarta yang dipantau terkait virus corona. Pemprov DKI tengah menelusuri riwayat kegiatan mereka dalam beberapa hari terakhir.
"Pemantauan yang tercatat 136 orang, 115 sehat, 21 orang masih dipantau," kata Anies.