Pernyataan tersebut disampaikan oleh Yusuf Mansur melalui sebuah voice note (pesan suara) yang diterima CNNIndonesia.com. Tak hanya itu, ia pun mengunggah informasi tersebut melalui akun instagram pribadinya @yusufmansurnew.
[Gambas:Instagram]
"Saya selama ini diam, rupanya mungkin salah. Bismillah, ini sesuatu yang nanti jadi kayak legitimate (sah), ya di re-legitimate (disahkan) lagi, supaya kemudian perjuangan kami mulus ke depannya," katanya dalam pesan suara yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (4/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Moya Vidi itu bukan proyek saya. Saya sama sekali tidak menipu di sana. Bahkan teman saya yang mengelola Moya Vidi itu bukan nya menipu tapi karena ada moratorium, tidak jadi bikin apartemen dan sebagainya," paparnya.
Namun, Yusuf Mansur mengklaim telah mengonversi saham jamaah yang ditempatkan di Moya Vidi kepada Hotel Syariah Siti di Tangerang. Tetapi, belakangan banyak jamaah yang memilih untuk mencabut investasinya. Ia menuturkan telah mengembalikan investasi jamaahnya tersebut secara bertahap.
[Gambas:Video CNN]
Dai kondang itu merasa dirugikan sebab tuduhan penipuan itu telah menyeret serta orang-orang di sekelilingnya. Selain itu, aktivitasnya pun mulai terganggu dengan tuduhan tersebut.
Ia mengaku banyak mengalami penolakan ketika hendak membangun rumah tahfidz di desa lantaran masyarakat sekitar telah termakan berita penipuan Yusuf Mansur. Bahkan, wali santri yang berpihak kepadanya ikut diserang berbagai pihak yang menuduhnya penipu.
"Sekarang masjid-masjid jadi seperti musuhin saya. Kasihan teman-teman yang masih (berpihak) ke saya. Misalnya panitia masjid mengundang saya, itu ditentang. Takut masjidnya nanti jadi ajang penipuan saya, nanti jamaah ditipu oleh saya," katanya. (ulf/ain)