"Sekarang kami sudah ada di areal PT Freeport Indonesia di Tembagapura," demikian pernyataan resmi TPNPB seperti diterima CNNIndonesia.com, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam keterangan resminya Lekagak disebut telah memulai perang pada 2 Maret 2020, bertepatan dengan serangan TPNPB terhadap mobil patroli polisi dan pos polisi di Tembagapura. Dalam insiden ini Mabes Polri menyatakan seorang anggota Brimob yakni Brigadir Satu Andika Wally mengalami luka.
"Dengan demikian, maka TPNPB telah siap dan akan perang sampai Papua merdeka baru kami akan berhenti, oleh karena itu Perang Pembebasan Nasional ini perlu menjadi perhatian oleh semua pihak."
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw membantah klaim TPNPB. Dia bilang belum ada anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah PT Freeport Indonesia.
Yang sebenarnya terjadi, menurut Paulus, sejumlah anggota kelompok tersebut sedang menduduki beberapa kampung di sekitar Freeport. Namun, Waterpauw enggan menerangkan secara rinci mengenai wilayah-wilayah yang diduduki KKB.
Ia hanya menjelaskan bahwa penyelidikan dari kepolisian mengidentifikasi pihak KKB merupakan gabungan dari beberapa kelompok yang kerapkali melakukan penembakan di wilayah itu.
Menurut Waterpauw, pihaknya pun sudah menyiapkan skenario pengamanan terhadap wilayah penghasil emas di bumi Cenderawasih itu, meskipun Ia tak ingin menerangkan pengamanan secara rinci. Polisi tetap bersiaga.
CNNIndonesia.com telah menghubungi Direktur PT Freeport Indonesia Claus Wamafma soal keberadaan KKB di area kerjanya. Namun dia belum menjawab pesan singkat dari CNNIndonesia.com. (mjo/wis)