Achmad mengatakan, semua orang itu merupakan hasil tracing atau pelacakan pada pihak-pihak yang pernah berhubungan dengan pasien positif yang kini tengah menjalani isolasi di RSPI Sulianti Saroso tersebut.
"Jadi jumlahnya banyak, kami sudah temukan 14," ujar Achmad saat memberikan keterangan di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Kamis (5/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tanya dulu, kegiatan itu dihadiri oleh siapa, ada berapa orang, ada yang tahu enggak alamatnya. Ini kemudian dilaksanakan dinas untuk mencari yang bersangkutan," katanya.
"Tidak semua orang yang kontak itu sakit, karena ketika ditanya dia mengaku ada di ruangan tapi tidak dance dengan 'si ini'. Tapi tetap dilakukan pemeriksaan," kata Achmad.
Kemenkes sebelumnya menyatakan bakal menelusuri kelompok dansa yang sempat kontak dengan pasien asal Depok dan warga negara Jepang yang positif corona. Achmad menyebut ada sekitar 50 orang Warga Negara Asing (WNA) yang ikut dalam kelompok dansa tersebut.
[Gambas:Video CNN]
Satu Supect Sempat Dirawat di RS Carolus
Di sisi lain, Achmad mengatakan satu suspect virus covid-19 yang kini dirawat di RSPI Sulianto Saroso sempat dirawat di RS Saint Carolus, Salemba, Jakarta.
"Untuk yang RS Carolus sekarang ada di Sulianti Saroso," ujar Achmad.
"Kami tunggu hasil lab, maka ini kami sebut suspect karena dia memiliki riwayat close contact dengan kasus-1 (positif corona)," katanya.
Jumlah pasien virus corona di RS Sulianti Saroso bertambah dari 8 menjadi 9 pasien per Rabu (4/3) siang. Semua pasien itu dirawat di ruang isolasi.
Dua di antaranya dinyatakan positif terjangkit virus corona, sedangkan tujuh pasien lainnya dalam pengawasan. (psp/osc)