Hal ini disampaikan Mahfud saat berbicara di hadapan puluhan dai dalam acara Standarisasi Kompetensi Dai yang digagas oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), di Kantor Pusat MUI, Jakarta, Kamis (5/3).
"Saudara, kalau berceramah juga jangan menimbulkan ketegangan dan nakut-nakuti. TV itu yang nonton banyak lho," kata Mahfud.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu lantas menyarankan para dai menyelipkan konten-konten humor ketika berdakwah. Namun, konten humor itu tetap mematuhi norma-norma keagamaan maupun kesopanan.
Ia pun mencontohkan bagaimana seharusnya menyampaikan informasi penyebaran virus corona (Covid-19) yang masuk ke Indonesia.
"Ini pemerintah menyerukan jangan menimbulkan ketegangan karena corona. Coba dibuat tenang masyarakat, sehingga tidak terjadi rush," kata Mahfud.
Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Cholil Nafis meminta para dai menjauhi isu-isu kontroversial yang menimbulkan perdebatan.
Cholil mengatakan standarisasi ini dibuat agar setiap dai memiliki paradigma yang sama. Menurutnya, standarisasi ini bukan bermaksud untuk membatasi dai berdakwah di televisi. (fra)