Pelaksana tugas Kabiro Kerja Sama dan Humas Kemendikbud Ade Erlangga Masdiana mengatakan pihaknya hanya mengimbau bagi murid maupun guru yang pulang dari perjalanan di negara episentrum corona agar karantina diri selama 14 hari.
Diketahui negara-negara yang telah menjadi episentrum corona selain China adalah Jepang, Korea Selatan, Iran, dan Italia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hanya mereka yang tahu kondisinya. Mungkin ada pertimbangan-pertimbangan tertentulah. Tapi, saya sarankan agar berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan setempat," ucapnya.
![]() |
Dalam kesempatan itu, Erlangga juga menyampaikan sejumlah protokol penanganan corona di institusi pendidikan.
Salah satunya dengan membersihkan ruangan dan lingkungan sekolah secara rutin (minimal 1 kali sehari) dengan cairan desinfektan terutama di pegangan pintu, sakelar, komputer, meja, keyboard, dan lainnya yang sering disentuh tangan.
"Kemudian tidak memberlakukan hukuman atau sanksi bagi yang tidak masuk karena sakit, serta tidak memberlakukan kebijakan insentif berbasis kehadiran, jika ada," tutur Erlangga.
Ia juga meminta agar warga sekolah tak melakukan kontak fisik langsung dengan bersalaman, cium tangan, dan berpelukan.
"Kami juga mengimbau agar menunda kegiatan yang mengumpulkan banyak orang atau kegiatan di lingkungan luar sekolah seperti berkemah, studi wisata," ucap Erlangga.
[Gambas:Video CNN]
Terpisah, sebagai bagian kewaspadaan risiko infeksi Covid-19, PT KAI menyiagakan klinik dalam kereta yang akan mengelilingi total 89 stasiun besar di Jawa dan Sumatra.
"Ya kegiatan hari ini kita menjalankan klinik tim medis dan para medis untuk sosialisasi pencegahan dari virus Covid-19," kata Deputi II Daerah Operasi (Daop) I Wilayah Jakarta PT KAI, Takdir Santoso di Stasiun Depok, Jumat.
